Tips Copywriting, Buat Klien Tenang Dompet Senang

18 1

Memulainya dengan kertas kosong tentu akan menyulitkan kita saat menulis sebuah copywriting. Kita membutuhkan strategi, tehknik, susunan, serta tujuan apa yang ingin digapai saat pembuatan copywriting tersebut dilakukan.

Berbeda dengan mengarang bebas yang bisa kita tempatkan segala macam kata-kata dari antah berantah, copywriting memiliki tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Klien kita tentunya ingin mendapatkan hasil yang optimal setiap kali mereka menyewa kita sebagai content creator dan menghasilkan tulisan yang dapat dengan mudah dibaca calon pelanggan mereka.

Sekalipun klien kita tak tahu menahu mengenai tekhnik dan strategi, namun selama mereka memiliki uang dan tujuan, maka itu sudah cukup untuk membuat kita menghasilkan copywriting yang bagus bagi mereka.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tips copywriting yang dapat membuat klien tenang, dompet pun senang.

  1. Tulis hal-hal yang diperlukan.
  2. Cari inspirasi di iklan-iklan yang telah berhasil mendatangkan cuan.
  3. Buat ide berdasarkan gambar, bukan tulisan.
  4. Berikan waktu 10 menit untuk diri sendiri mengembangkan tulisan.
  5. Cari data terkait.
  6. Buat copywriting sepenuh hati dan penuh kasih sayang.
  7. bacakan hasil copywriting yang telah dibuat sebelum diserahkan pada klien.
  8. Rangkum projek kamu tersebut dalam satu kalimat singkat.

Jika masih bingung, mari kita bahas semuanya secara singkat, seperti tips yang tertulis di nomor 8.

Pertama, kita harus melakukan wawancara dengan klien dan menuliskan tujuan apa yang ingin mereka capai. Kemudian carilah iklan-iklan terkait entah itu di Google ataupun media platform lainnya. Banyak kok tersebar!

Semua hal-hal yang diperlukan tersebut kemudian harus kamu tulis dalam gambar, tanda panah, dan simbol sejenis. Ingat, jangan gunakan tulisan!

Setelah itu, tulislah segala sesuatu yang ada di pikiran kamu berdasarkan data-data yang didapatkan. Jika kurang, cari data terkait.

Hasil copywriting yang telah dibuat tentunya harus menjalani proses proofread, yaitu membaca ulang dan memposisikan diri kita sebagai pelanggan.

Jika masih ada kata-kata yang rancu, edit lagi, baca lagi, dan seterusnya. Nah, sebagai laporan  ke pak Bos, rangkum semua hasil kerjaan kamu dalam satu kalimat singkat. Toh, mereka tak akan mau mendengar hal-hal teknis yang bikin pusing.