Makna dan manfaat dari beramal

contoh dalam beramal5

Sedekah Jumat – “Kesempatan untuk memberi diri kami sendiri sahih-sahih bukan terbatas, tapi mereka juga mampu rusak. Tersedia hati untuk dihibur; kata-kata baik untuk diucapkan; hadiah untuk diberikan; pekerjaan yang kudu dikerjakan; Jiwa untuk Diselamatkan” (Didalam Conference Report, Oktober 2001; atau menyaksikan Liahona, Januari 2002, 69).

Di dalam perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati, bagaimana Kamu menggambarkan orang-orang yang melalui sesudah memirsa orang yang terluka tersebut? Bagaimana Kamu menggambarkan orang Samaria? Bagaimana kami sanggup menerapkan pesan berasal dari perumpamaan ini didalam kehidupan kami?

sedekah berkunjung berasal dari hati

Bagaimana kami dapat mengasihi orang lain terlepas berasal dari dosa dan kesalahan mereka?

Lebih-lebih ketika kami memberi kepada mereka yang membutuhkan, terkecuali kami bukan merasakan belas kasihan bagi mereka, kami bukan mempunyai kasih amal. Rasul mengajarkan bahwa ketika kami mempunyai kasih amal, kami diserang oleh perasaan yang baik untuk seluruh orang; kita sabar dan baik hati; kita bukan arogan, bangga, egois atau kasar.

Ketika kami mempunyai kasih amal, kami bukan mengingat atau bersukacita di dalam kejahatan yang sudah dikerjakan orang lain atau melaksanakan hal-hal baik cuman sebab tersebut cocok untuk kami; Sebaliknya, kami berbagi kebahagiaan bersama mereka yang tulus. Ketika kami mempunyai amal, kami setia, kami yakin yang paling baik terhadap orang lain dan kami baik kepada mereka. Tulisan kudus mengajarkan bahwa kasih amal “Bukan dulu gagal.”.

El Salvador adalah contoh bagaimana kami seharusnya merasa pada orang lain dan bagaimana kami mesti memperlakukan mereka. Dia membenci kejahatan namun mencintai orang berdosa terlepas berasal dari dosa-dosa mereka; dia punya belas kasihan untuk anak-anak, orang tua, orang miskin dan yang membutuhkan.

 

Kasihnya begitu besar supaya dia memohon kepada Bapa Surgawi untuk mengampuni para prajurit yang memaku tangan dan kakinya. Dia mengajari kami bahwa jikalau kami bukan mengampuni orang lain, Bapa Surgawi juga bukan akan mengampuni kami. Dia berkata, “Tapi Aku berkata kepadamu, kasihilah musuhmu, berkatilah mereka yang mengutukmu, berbuat baiklah kepada mereka yang membencimu, dan berdoalah bagi mereka yang bersama hina memanfaatkanmu dan menganiaya kamu… Dikarenakan kecuali anda mencintai orang yang mencintaimu, apa upah yang akan anda peroleh?…”. Kami mesti studi untuk merasakan perasaan orang lain layaknya yang Yesus rasakan.