Ketahui Syarat Pinjam Uang Pinjol Ilegal vs Pinjol Resmi 

gambar unggulan

unnamed 11

Demi memenuhi faktor ekonomi, pinjol cepat cair dan mudah atau yang biasa dikenal pinjol ini adalah salah satu solusi bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan dana. Beberapa syarat pun harus dipenuhi untuk mendapatkan pencairan dana. Sebelum berurusan dengan pinjol. Sebaiknya kamu harus mengetahui terlebih dahulu beberapa hal seperti berikut.

Syarat Peminjaman

Sebelum melakukan peminjaman, ada beberapa syarat yang harus kamu persiapkan. Agar pencairan lancar, kamu harus mengenali persyaratan yang diajukan. Apa saja? Simak artikel lebih lanjut dibawah ini.

  1. Usia Minimal

Untuk mengajukan pinjaman, setidaknya kamu memiliki rentang usia sekitar 21 sampai 60 tahun. Namun, ada beberapa penyedia yang memberikan kelonggaran dengan batas minimal 18 tahun, misalnya seperti Kredivo.

Penyedia pinjaman beranggapan bahwa usia tersebut telah memiliki kematangan dalam berpikir serta sudah punya penghasilan sendiri. Rata-rata masyarakat Indonesia sudah memiliki penghasilan tetap pada usia 21 tahun. Dengan begitu, nasabah dapat bertanggung jawab dalam mengelola pinjaman.

  1. Memiliki Pekerjaan dan Slip Gaji

Calon nasabah yang ingin mengajukan pinjaman online tentu harus memiliki pekerjaan. Mengingat dalam pinjaman, kamu harus membayar cicilan secara berkala. Itulah mengapa pekerjaan merupakan syarat wajib yang harus kamu penuhi nantinya.

Penyedia pinjaman online berhak menolak pengajuan apabila kamu tak memiliki syarat ini. Untuk memastikan bahwa kamu memiliki pekerjaan, kamu harus melampirkan slip gaji demi memenuhi kelengkapan dokumen.

Namun demikian, memiliki pekerjaan bukan syarat mutlak. Selama sudah punya penghasilan yang bersumber dari pekerja lepas atau wiraswasta, tetap punya peluang mendapatkan pinjaman dari beberapa layanan pinjol cepat cair dan mudah. 

  1. Dokumen Asli, KTP & NPWP

Selain memiliki penghasilan tetap, kamu perlu menyiapkan dokumen lain sebagai penunjang, antara lain KTP dan NPWP. KTP wajib disertakan sebagai bukti identitas bagi kamu calon nasabah. Sebaiknya kamu perlu menyiapkan KTP asli berupa foto atau scan.

Begitu juga dengan NPWP. Syarat ini sangat diperlukan sebagai tanda bukti wajib pajak. Hal ini agar penyedia pinjaman dapat terekam pada database pemerintah. Apalagi jika telah terdaftar di OJK. Pastikan juga untuk memberikan stempel atau watermark saat mengunggah data-data pribadi seperti yang disosialisasikan oleh Kominfo sebagai salah satu tindakan preventif jika sewaktu-waktu data bocor, kita bisa tahu sumber kebocorannya dari mana.

  1. Rekening Bank

Nah, syarat terakhir yang perlu kamu lengkapi adalah rekening bank. Rekening Ini berfungsi untuk pencairan dana yang akan diberikan. Kamu akan mendapatkan transfer online pada rekening bank yang telah kamu daftarkan. Biasanya pihak penyedia akan meminta foto atau scan cover depan buku rekening sebagai bukti. 

Perbedaan Pinjol Resmi dan Ilegal  

Sesuai dengan namanya, pinjol adalah salah satu cara meminjam uang secara online. Pinjaman online kini menjadi alternatif sejuta umat dan menjadi solusi ampuh terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak. Sayangnya, tidak semua penyedia pinjaman ini  merupakan lembaga resmi yang diawasi oleh OJK, karena banyak diantaranya bersifat ilegal. 

Hal ini tentu akan sangat merugikan debitur atau konsumen. Selain faktor keamanan, kamu juga tak akan memperoleh perlindungan hukum jika sewaktu-waktu terjadi masalah. Nah, agar tidak menjadi korban selanjutnya. Kamu perlu mengantisipasi berbagai cirinya lebih dini. 

Ciri-ciri pinjaman online ilegal

Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu perhatikan sebagai langkah awal dalam mengenali pinjaman online ilegal.

  1. Tidak memiliki alamat kantor yang jelas.
  2. Penawaran lebih gencar melalui SMS atau WhatsApp.
  3. Promo menarik namun terkesan memaksa.
  4. Petugas Pinjol akan meminta nasabah mengizinkan akses buku telpon di ponsel.
  5. Penyedia pinjaman tidak memiliki layanan aduan. Hal ini juga bisa kamu pertanyakan, sebab platform pinjaman ilegal umumnya memiliki saluran untuk pelanggan memberikan masukan atau aduan.
  6. Tidak memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  7. Ada beberapa pinjaman ilegal akan meminta nasabah untuk mengirimkan sejumlah uang muka sebagai syarat pengajuan. Meski jumlahnya tidak ditentukan secara spesifik, ada baiknya kamu perlu berhati-hati. 

Terkadang para penyedia pinjaman sudah terlatih dalam berbicara sehingga beberapa korban tak menyadarinya. Untuk itu kamu bisa bertanya lebih detail mengenai uang muka tersebut.

Jika kamu menemui pinjol dengan karakteristik seperti tadi, sebaiknya kamu menghindarinya agar tidak menjadi korban pinjol ilegal. 

Ciri-ciri Pinjaman Online Terdaftar OJK

Nah, cara mengenali pinjaman online yang telah resmi terdaftar di OJK sebagai berikut.

  1. Alamat kantor sudah pasti jelas dan tertera di website atau aplikasi resminya.
  2. Penawaran lewat website atau laman resmi.
  3. Memiliki website dan layanan pengaduan secara resmi.
  4. Besarnya penawaran dan bunga terbilang wajar sesuai AFPI.
  5. Telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bisa dicek di laman resmi OJK.

Salah satu yang direkomendasikan misalnya seperti Kredivo. Kredivo terdaftar dan diawasi oleh OJK. Kredivo memberikan kredit pinjaman hingga Rp30 juta bagi member premium. Untuk cicilan, bunganya paling rendah diantara perusahaan sejenis hanya 2,6% saja per bulan.

Selain itu, Kredivo juga punya fitur cicilan 3 bulan tanpa bunga. Cukup bayar biaya adminnya saja sebesar 3%. Selain bisa digunakan untuk mencicilan barang di lebih dari 1000+ merchant secara online maupun offline. Kredivo bisa dipakai bertransaksi dengan metode scan barcode QRIS. Mau jajan di MCD pakai Kredivo pun bisa.

Itulah beberapa syarat pinjaman online dan informasi perbedaan antara pinjaman online secara ilegal maupun resmi. Kamu perlu untuk berhati-hati sebelum menentukan pilihan.