Hal Tentang Reefer Facilities dan Cara Kerjanya

14

Ada kalanya kita membutuhkan kargo atau kontainer yang difasilitasi oleh pendingin untuk produk tertentu, seperti es krim hingga obat-obatan dan vaksin.

Dikarenakan tingkat kebutuhannya yang semakin meningkat, maka ada sebuah metode dan teknologi yang biasa digunakan, yakni reefer facilities container.

Secara sederhananya, reefer facilities ini menyerupai lemari es super besar yang digunakan untuk mengangkut kargo berkebutuhan suhu rendah termasuk buah-buahan, daging, ikan, sayuran, dan lain sebagainya.

Bahkan beberapa dalaman kargo perlu dikirim dalam keadaan dingin hingga beku yang mengharuskan suhu di dalam peti kemas tersebut tetap konstan sepanjang waktu.

Cara Reefer Bekerja

Kita berbicara masalah teknis sebentar ya! Jadi, kontainer reefer ini merupakan unit pengiriman udara bawah yang dirancang untuk menyebarkan udara dingin dari lantai melalui alat tertentu yang berbentuk huruf T.

Nah, alat yang menyerupai huruf T tersebut bertugas dalam menghasilkan aliran udara yang konsisten dan konstan ke seluruh bagian kontainer.

Penyebaran suhu dinginnya juga haruslah cukup kuat demi memastikan pertukaran udara yang sempurna.

Sebenarnya, cara kerja dari reefer facilities ini tak perlu kamu pusingkan sama sekali selama ada perusahaan yang menawarkan jasa terkait, sebut saja Indra Jaya Swastika yang didirikan oleh Bpk. Joyo Raharjo.

Fasilitas Reefer dan Keuntungannya

Kontainer reefer juga dilengkapi dengan pemanas barang untuk pengiriman jika diperlukan. Jadi tak hanya berbicara masalah suhu rendah saja, juga dinaikan jika mau.

Sekalipun Indonesia tidak memiliki musim dingin, akan tetapi ada kalanya barang tersebut dikirimkan ke daerah atau negara yang dihiasi oleh 4 musim.

Biar lebih fleksibel, maka reefer facilities pun menawarkan dua varian yang dapat dipilih, yakni pemanas atau pendingin.

Poin penting yang harus kamu catat adalah unit reefer tidak dirancang untuk mengurangi suhu kargo, melainkan mempertahankan kargo yang sudah didinginkan sebelumnya.

Metode pendinginan pun berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Misalnya beberaba jenis buah cenderung membawa patogen yang berbahaya untuk negara pengimpor seperti Cina, Jepang, Nigeria, dan lain sebagainya.

Untuk jenis pengiriman semacam ini, maka buah atau barang lainnya akan didinginkan dulu hingga ke suhu yang jauh lebih rendah.