Contoh Hukum Dagang – Bisa Menyelamatkan Hak Kekayaan Intelektual Kita

18

Hukum perdata digunakan untuk mengatur hak dan kewajiban dari warga negaranya masing-masing, termasuk yang ada di Indoensia. Salah satu turunannya adalah hukum dagang yang ditujukan untuk mengatur segala macam aktivitas kita untuk melakukan perdagangan dan menghasilkan profit.

Tentu saja, ada banyak sekali aturan main yang harus dijalankan oleh para dagang, dimulai dari bahan baku, pemasaran, hingga perizinannya.

Jadi jika kamu mencoba untuk membuat perusahaan dan memasarkan sebuah produk hasil ciptaan sendiri, maka sudah pasti akan selalu berhubungan dengan hukum dagang tersebut.

Bukan untuk membuat kita merasa ribet, namun – sebaliknya – agar kita mendapatkan perlindungan ketika ada hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Salah satu contoh hukum dagang yang paling banyak dan lumrah terjadi di kalangan masyarakat kita adalah kekayaan intelektual, atau bahasa sederhananya penjiplakan dan plagiarisme.

Sebut saja sebuah merk yang dagang yang seringkali memiliki kesamaan nama. Untuk mencegah hal tersebut, maka orang yang pertama mendapatkan ide tersebut haruslah mendaftarkan produk dan merk tersebut menjadi hak milik kita yang sah.

Sehingga jikalau esok atau lusa ada orang yang menggunakan merk sama agar lebih mudah mendapatkan brand awareness, maka kita bisa menuntutnya sebagai pelanggaran kekayaan hak intelektual.

Sebaliknya, jika misalnya ada kedapatan orang yang ujug-ujug melaporkan kita karena menggunakan merk yang juga mereka gunakan, yang padahal kita adalah pemilik ide pertama, maka kita akan mendapatkan perlindungan dan masih bisa memiliki hak milik dari merk tersebut.

MA pun tentunya akan langsung membatalkan tuntutan tersebut jika misalnya kita kedapatan menjadi orang pertama atau lebih dulu menjadi pemilik sah dari merk tersebut.

Jadi dengan adanya hukum dagang di Indonesia yang diatur oleh KUHD, maka bisa melindungi diri kita dari serangan-serangan tersebut.

Ingat, ide itu sangatlah susah untuk didapatkan, dan menjadikannya sebuah nama besar jauh lebih menantang.

Namun, akan selalu ada benalu yang mencoba memanfaatkan keadaan dengan cara mencuri brandingan, sehingga harus segera mendapatkan hak milik atas merk tersebut.