Cara Urus Pajak Jika Pindah Alamat Usaha

Apa yang dimaksud dengan pajak? Secara sederhana, pajak dapat diartikan sebagai kewajiban yang harus dibayarkan oleh setiap warga negara. Kewajiban ini diterapkan tidak hanya bagi orang-orang miskin, tetapi juga orang kaya. Tujuan pengenaan pajak adalah untuk mewujudkan pemerataan dan distribusi kesejahteraan. Pembayaran pajak hendaknya dilakukan tepat waktu. Hal ini ditujukan agar wajib pajak tidak mendapatkan denda. 

Selanjutnya, pembayaran pajak dilakukan di KPP tempat wajib pajak tinggal. Akan tetapi, bagaimana jika wajib pajak pindah ke tempat baru? Pada artikel ini, Konsultan Pajak Jakarta akan menjelaskan bagaimana cara mengurus pajak jika Anda pindah tempat usaha. 

Hal pertama dan utama yang harus dilakukan oleh wajib pajak ialah mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) pada KPP (Kantor Pelayanan Pajak) yang sesuai dengan alamat atau domisili Wajib Pajak (WP) berada. Hal ini digunakan untuk mempermudah proses pembayaran pajak. Misalnya: jika Anda memiliki usaha clothing line di daerah Ciledug, maka Anda harus mendaftarkan NPWP Anda pada KPP yang berada di Ciledug. 

Lantas bagaimana jika Anda pindah tempat usaha? Apa saja yang harus dilakukan? Terdapat beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi saat melapor ke KPP mengenai rencana Anda untuk pindah ke lokasi lain. Syarat-syarat tersebut sebagai berikut:

  1. Anda perlu mengisi Formulir Pindah Alamat (sesuai dengan format yang ada di DJP) dengan mengunduhnya melalui laman terkait. Selanjutnya, formulir diajukan kepada KPP lama untuk ditindaklanjuti. 
  2. Setelah itu, Anda harus mengajukan permohonan untuk memperoleh Surat Keterangan Domisili dari kelurahan atau desa di lokasi baru Anda. Tidak berhenti sampai di tahap itu saja, selanjutnya Anda harus memberikan salinan surat keterangan ini diberikan kepada KPP baru sebagai bukti bahwa Anda telah berdomisili di lokasi yang baru.
  3. Kemudian, jika Anda sudah selesai dengan dua hal di atas, Anda dianjurkan untuk menyiapkan NPWP lama, Surat Keterangan Terdaftar, dan Pengusaha Kena Pajak yang asli. Dokumen ini harus Anda kembalikan  kepada KPP lama. Selanjutnya, dokumen Anda tersebut akan diproses oleh KPP baru. Dalam hal ini, KPP baru harus menerbitkan NPWP yang akan diteruskan kepada KPP lama paling lambat satu hari setelah KPP baru menerima Surat Pindah dari KPP lama. Untuk mendapatkan NPWP baru, Anda harus mengisi formulir pendaftaran NPWP di KPP Baru. Formulir ini kemudian ditandatangani oleh direktur perusahaan. Hal ini berlaku apabila yang mengurus kepindahan alamat bukan pemilik usaha langsung.
  4. Jika Anda melakukan perpindahan alamat yang masih berada di dalam wilayah KPP yang sama, maka Anda hanya cukup pergi ke KPP Lama dan mengambil kembali Surat Perubahan Alamat, NPWP Baru, surat keterangan domisili, dan surat Pengusaha Kena Pajak.